Jumat, 19 Oktober 2012

Elastisitas Harga dan Pendapatan pada Permintaan Air Bersih di Perumahan


Analisis Jurnal
Elastisitas Harga dan Pendapatan pada Permintaan Air Bersih di Perumahan
Teori Ekonomi 1


Disusun oleh:
Agustya Lisdayanti (20211399)
Raycard Destion Daniel (25211919)
Wanda Anindita (27211355)

Kelas:
SMAK05-3


Jurusan Akuntansi
Fakultas Ekonomi
Universitas Gunadarma
2012



1.      Tema, Pengarang, Tahun
                       Tema         : Kebutuhan Air Bersih pada Perumahan
Pengarang : Jasper M. Dalhuisen, Raymond J.G.M. Florax, Henri L.F. de Groot and Peter Nijkamp
                       Tahun        : 2001

2.      Judul
Judul         : Elastisitas Harga dan Pendapatan pada Permintaan Air Bersih di Perumahan.

3.      Latar Belakang Masalah
Selama dekade  belakangan ini, air semakin dipandang sebagai komoditas yang langka. Biasanya ada dua jenis respon kebijakan terhadap masalah kelangkaan air. Salah satunya adalah supply-oriented dan berfokus pada eksploitasi sumber daya baru dan perluasan infrastruktur jaringan. Pendekatan lain adalah demandoriented dan berfokus pada pengembangan program konservasi air dan manajemen untuk mempengaruhi permintaan air dan keberlanjutan penggunaan air. Ternyata, kelangkaan air mempunyai dampak pada elastisitas harga serta pendapatan. Dan sudah banyak tulisan – tulisan yang diuraikan mengenai pembahasan hal ini.

4.      Masalah
Berdasarkan latar belakang yang diungkapkan di atas, penulis paper ini ingin mencari hubungan antara  elastisitas harga dan elastisitas pendapatan pada permintaan air bersih, khususnya di daerah perumahan -  perumahan serta membandingkannya dengan pendapat dan metode dari penulis paper – paper yang lain.

5.      Metodologi
a.          Data
Data yang digunakan pada jurnal ini adalah data sekunder. Data sekunder diperoleh dengan mengumpulkan data dari berbagai jurnal, pendapat, serta pandangan Espey et al. (1997), (Hewitt and Hanemann 1995; OECD 1999), (Moffit 1986; Rietveld et al. 1997), (Terza and Welch 1982), Taylor (1975) and Nordin (1976), (De Groot 1998), (Baumann et al. 1998), Howe and Linaweaver (1967), (Billings 1990; Hogarty et al. 1975), (Danielson 1979; Lymann 1992), (Opaluch 1982, 1984; Martin et al. 1992). Shin (1985), (Nieswiadomy 1992), (Nieswiadomy and Molina 1989). Hewitt and Hanemann (1995), Hedges and Olkin (1985), Cooper and Hedges (1994). (Button and Weyman-Jones 1992), (Jarrell and Stanley 1990; Card and Krueger 1995; Ashenfelter et al. 1999), (Button and Kerr 1996), work of Smith (1989; see also Smith and Kaoru 1990a,b; Smith and Osborne 1996), (White 1994), dan membandingkannya.
b.         Variabel        
Variabel dari jurnal ini adalah penelitian terhadap hubungan antara elastisitas harga dan pendapatan dengan permintaan air bersih di perumahan – perumahan.

6.      Hasil
Setelah penulis melakukan penelitian dengan metode meta analisis, dihasilkan beberapa kesimpulan, yaitu :
a.       Sangat penting untuk mempunyai data yang akurat mengenai adanya block rate pricing. Dengan melakukan peningkatkan pada block rate pricing, akan membuat kebutuhan air bersih pada perumahan – perumahan akan menjadi lebih elastis, sedangkan elastisitas pendapatan akan menurun. Tapi jika block rate pricing mengalami penurunan, maka tingkat elastisitas pendapatan dan elastisitas harga tidak mengalami penurunan.
b.      Penggunaan harga yang berbeda dari harga marjinal, pengendalian pada perbedaan penghasilan, pencantuman variable yang berbeda dan penggunaan model diskrit kontinu akan meningkatkan nilai absolut elastisitas harga dan penghasilan, namun syarat pentingnya yaitu efek pengkondisian pada pendapatan dan penggunaan model diskrit kontinu tidak mempunyai dampak yang signifikan terhadap elastisitas pendapatan.
c.       Segmen elastisitas harga secara substansial lebih besar, dan ada juga beberapa (meskipun tidak terlalu kuat) bukti bahwa elastisitas jangka panjang lebih besar pada tingkatannya.
d.      Hal ini penting untuk menjelaskan perbedaan pendapatan di antara pengamatan – pengamatan yang lain. Kami memasukkan GDP per kapita untuk pengamatan kami, dan menemukan bahwa besarnya absolut elastisitas harga dan pendapatan secara signifikan lebih besar untuk daerah / negara dengan pendapatan yang lebih tinggi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar